PNJ

Politeknik Negeri Jakarta | PNJ

menjadi politeknik unggul berkelas dunia pada tahun 2029


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88


Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Di pagi yang cerah para civitas akademika Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016 yang bertema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Para peserta upacara yang terdiri dari dosen, staf administrasi, dan mahasiswa mengenakan pakaian batik. Setiap tanggal 28 Oktober PNJ selalu merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Peringatan tersebut mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah perjuangan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme dan berhasil menyatukan visi kebangsaan, yang melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Sebagaimana yang hingga saat ini dikenal sebagai Sumpah Pemuda 1928, dengan mempersatukan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembina Upacara yaitu Direktur PNJ, Abdillah, S.E., M.Si., yang membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrawi mengutip pidato Bung Karno yaitu "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Sumeru dari akarnya, Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Jumlah besar saja tidaklah cukup untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia, Bung Karno tidak memerlukan jutaan pemuda untuk bisa mengguncang dunia, Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia. Pada rentang tahun 2020 hingga 2035 Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan bonus demografi, dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total penduduk Indonesia. Bonus demografi tersebut menjadikan peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekokomi dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang produktif. Rasio pemuda usia produktif ini sudah lebih cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara yang maju dengan syarat pemuda tersebut memiliki kapasitas, daya saing, unggul dan mempunyai visi yang besar dalam menghadapi kompetisi global. Tugas kita semua untuk menjadikan bonus demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia.

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 kali ini petugas upacara di bantu oleh Resimen Mahasiswa PNJ sebagai Komandan Upacara dan pengibar bendera, serta Pembantu Direktur (Pudir) II, Dra. Lenny Brida, Dipl. TESOL, M.Si., M.Hum., sebagai pembaca UUD 1945 dan Rumusan Kongres Sumpah Pemuda Tahun 1928 dibaca oleh salah satu Mahasiswa PNJ selanjutnya upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Arbain Nor Rahman, S.Pd.

Semangat para pemuda Indonesia untuk terus menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia, dapat terus dapat membanggakan negara sendiri di kancah dunia. (lani)