PNJ

Politeknik Negeri Jakarta | PNJ

menjadi politeknik unggul bertaraf internasional untuk mendukung daya saing bangsa


RUSUNAWA PNJ TERBARU


Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sudah memiliki Rusunawa yang selesai pembangunanya pada tahun 2015, pada April 2016 ini akan dibangun Rusunawa baru atau Rusunawa periode (tahap) kedua. Rusunawa periode (tahap) kedua ini terdiri dari 3 lantai dengan panjang 59,25 m dan lebar 17,6 m. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMEN PU-PERA) Pemerintah Jawa Barat melalui Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) yang memfasilitasi pembangunan Rusunawa ini. SNVT berharap agar rusunawa ini dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kampus. Di samping itu, PNJ diberikan keleluasaan dalam mengelola rusunawa ini untuk dikembangkan sebagai lokasi riset, sehingga diharapkan akan tercipta teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini tentu sejalan dengan misi yang diemban oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Peletakan Batu Pertama Rusunawa PNJ dilaksanakan pada Rabu, 6 April 2016. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur PNJ, Abdillah, S.E., M.Si. yang dalam salah satu pidatonya menyampaikan bahwa “Rusunawa ini dibangun untuk membantu mahasiswa yang tidak punya tempat tinggal di daerah Depok” dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh KPU PR ini “ibarat makan, PNJ adalah piringnya, nasi dan lauknya disediakan oleh KPU PR“. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala SNVT yang diwakili oleh Ir. Priyo Susilo, M.T. yang menyampaikan bahwa pembangunan Rusunawa kali ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu enam bulan yang dimulai pada bulan April. Sehingga diharapkan akan selesai pada bulan September 2016. Sedangkan untuk pengisian furniture akan dimulai pada bulan Januari 2017. Waktu pembangunan yang ditargetkan demikian cepat ini tentu akan terwujud mengingat SNVT memiliki etos kerja 4T yaitu; tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat keseluruhannya termasuk tepat administrasi. Sambutan ketiga oleh Walikota Depok, Dr. Mohammad Idris, M.A. yang menekankan pada program zero waste, yaitu bagaimana PNJ dapat mengatasi sampah dengan teknologi ramah lingkungan, sehingga sampah yang dihasilkan oleh para penghuni rusunawa tidak akan terbawa keluar dari lingkungan rusunawa. Selanjutnya dilakukan peletakan batu pertama berurutan dilakukan oleh Walikota, SNVT, Direktur, dan jajaran pemerintah Depok sampai Camat Beji Timur. Acara berlangsung dengan lancar dan sukses dan semoga PNJ bisa menggunakan fasilitas Runawa ini secepatnya. (anis, sigit)