Pelantikan Pejabat Kemdikbud : KERJASAMA YANG BAIK, DUKUNG KINERJA DAN PRODUKTIVITAS

Tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan untuk para pemimpin perguruan tinggi, salah satunya memqstikan proses pembelajaran –yang mengedepankan pencapaian sumber daya manusia unggul— berjalan baik di lembaga masing-masing.

 

Demikian diutarakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, saat melantik 42 pejabat di lingkungan Kemdikbud yang terdiri satu pejabat fungsional ahli utama, dua Rektor Perguruan Tinggi Negeri, satu Direktur Politeknik Negeri, satu pengawas, 37 pejabat fungsional ahli madya, ahli pertama dan mahir. 

Berikut adalah pimpinan tinggi yang dilantik sekaligus menjadi perwakilan dalam penandatanganan sumpah jabatan/janji secara simbolis, yaitu: Purwadi Sutanto sebagai Widyaprada Ahli Utama pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, I Wayan Adnyana sebagai Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar periode tahun 2021-2025, Adri Patton sebagai Rektor Universitas Borneo Tarakan periode tahun 2021-2025, Darmawan sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan periode tahun 2021-2025.

 

Nilai Moral

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pelantikan berlangsung secara hybrid melalui daring dan luring di Plaza Insani, Gedung A, Kantor Kemendikbud, Jakarta, Prosesi ini turut pula disaksikan oleh Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pelantikan pejabat merupakan bagian dari manajemen kepegawaian yang diharapkan dapat membawa penyegaran bagi organisasi. Proses promosi, mutasi dan pengukuhan jabatan di Kemendikbud telah mengimplementasikan manajemen talenta yang berpedoman pada sistem merit. Pejabat yang dilantik telah melewati berbagai proses seleksi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, rekam jejak dan integritas.

Karena itu, Mendikbud menyampaikan harapan kepada pejabat pengawas yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan integritas tinggi. Sementara untuk pejabat fungsional, Mendikbud menyampaikan untuk terus mengembangkan kepakaran guna menjamin terlaksananya tugas dan fungsi unit kerja. “Saya berharap agar terus berupaya menanamkan nilai-nilai moral serta menjaga kepercayaan masyarakat yang telah memberikan amanah kepada saudara sekalian,” ucapnya.

Pemimpin Demokratis

Mendikbud berpesan kepada para pimpinan tinggi, melalui Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah memberikan ruang kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan kualitas lembaga, mahasiswa, dosen dan lulusan melalui program-program link and match.

“Pendidikan Tinggi memainkan peranan penting dan strategis dalam membantu menjawab permasalahan bangsa dan meningkatkan daya saing sumber daya mausia untu menghadapi globalisasi, khususnya pascapandemi Covid-19. Semoga kerja sama dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri, akan berlangsung lebih optimal di masa mendatang,” ujar Mas Menteri secara daring.

Sebagai penutup, Mendikbud mengimbau kepada seluruh pejabat dan para pimpinan untuk menerapkan kepemimpinan yang demokratis, sehingga kreativitas dan produktivitas kerja dapat terus berkembang dalam upaya mencapai visi misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (*/azf)


Share :


File Nama File Format Type